
Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), jajaran Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan Operasi Gabungan Cipta Kondisi (Cipkon) pemberantasan kejahatan jalanan dan aksi premanisme yang melibatkan personel Polsek Metro Setiabudi, Polsek Tebet, unsur TNI, Satpol PP, serta Potensi Masyarakat (Potmas), pada Jumat (12/6/2026) dini hari.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang berlangsung di Jalan DR. Saharjo, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Apel dipimpin oleh Kapolsek Tebet AKP Ischak, S.H., dan berada di bawah kendali Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto, S.H., S.I.K., M.A.
Dalam arahannya, AKP Ischak menekankan pentingnya sinergitas seluruh unsur yang terlibat dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti tawuran warga, balap liar, peredaran narkoba, hingga tindak pidana jalanan. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam pelaksanaan tugas serta tetap menjaga keselamatan dan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Sebanyak 38 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut yang terdiri dari personel Polsek Metro Setiabudi, Polsek Tebet, Koramil, Satpol PP Kecamatan Setiabudi, serta Potensi Masyarakat. Setelah apel, personel melaksanakan patroli skala besar dengan rute meliputi Jalan Setiabudi, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Casablanca, dan Jalan DR. Saharjo yang merupakan titik-titik strategis dan rawan terjadinya gangguan keamanan.
Selain patroli mobile, petugas juga menggelar razia stasioner di Jalan DR. Saharjo dengan sasaran daerah rawan gangguan kamtibmas, termasuk penyalahgunaan narkoba, tawuran, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Hasil kegiatan menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi dalam keadaan aman dan kondusif. Selama pelaksanaan operasi tidak ditemukan adanya gangguan menonjol maupun tindak kriminalitas yang mengganggu ketertiban masyarakat. Razia yang berlangsung hingga pukul 01.55 WIB berjalan lancar dan berakhir dalam kondisi terkendali.
Usai pelaksanaan razia, personel gabungan melanjutkan kegiatan dengan menempati sejumlah titik strong point guna mengantisipasi aksi balap liar, trek-trekan, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan yang berpotensi terjadi pada jam-jam rawan menjelang pagi hari.
Melalui kegiatan Operasi Gabungan Cipta Kondisi ini, Polres Metro Jakarta Selatan bersama unsur tiga pilar dan masyarakat terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dari ancaman kejahatan jalanan dan aksi premanisme.
Tinggalkan Balasan